REMBUG STUNTING TINGKAT KECAMATAN MIJEN KABUPATEN DEMAK TAHUN 2025

  • Kegiatan Stunting Tingkat Kecamatan Mijen hari Rabu tanggal 12 Maret 2025 bertempat di Aula Pertemuan Kecamatan Mijen Kabupaten Demak, hadir dalam Kabid Posyandu dan KB ( Ibu Indah Kusumawati ), Plt. Camat Mijen ( Bapak Haryoto,MH), Forkopimcam, Kepala Puskesmas Mijen 1 dan Puskesmas Mijen 2, Ahli Gizi Puskesmas Mijen 1 dan Puskesmas Mijen 2, Balai Penyuluh KB Kecamatan Mijen, Kepala KUA , Koordinator Pendamping Desa (PD), Kepala Desa dan Ketua BPD Desa Pasir dan Jleper .
  • Rembug Stunting merupakan pertemuan dalam rangka membahas hasil perumusan kegiatan melalui diskusi terarah untuk membuat komitmen Desa dan menetapkan kegiatan konvergensi dalam menangani stunting.dalam Rembug Stunting ini membahas 2 (dua ) hal, yang pertama kegiatan Konvergensi penanganan stunting di wilayah Kecamatan Mijen yang akan dilakukakan pada tahun berjalan ( 2025 ), dan Kedua komitmen Desa untuk kegiatan penanganan stunting dalam RKP Des tahun berikutnya ( 2026 ).
  • Kecamatan Mijen Locus Stunting di Desa Pasir Dan Desa Jleper yaitu wilayah Puskesmas Mijen 2 , adapun langkah – langkah fasilitasi rembuk Stunting sebagai berikut : 1. Siapkan Rumusan kegiatan hasil diskusi kelompok terarah, 2. Presentasi kondisi Desa dengan mengunakan peta sosial , data sasaran kondisi layanan, dan peta kelembagaan Desa,3. Diskusi Rancangan kegiatan Konver gensi stunting hasil perumusan kegiatan : apakah strategi kegiatannya sudah tepat , apakah pelaksanaannya sudah tepat, apakah usulan desa sudah tepat, Bagaimana kekuatan pembiayaan oleh Desa , Bagaimana UPTD terkait dapat mendukung program Konvergensi stunting Desa.
  • Rembug Stunting di lakukan dengan melalui diskusi terarah untuk mendapatkan komitmen Desa, dan juga terdapat permasalahan yang dihadapi dalam pencegahan dan penurunan stunting khususnya di kedua Desa di wilayah Kecamatan Mijen Kabupaten Demak tersebut diatas antara lain kemampuan dan kapasitas Kader Posyandu yang belum memadai, Penyuluhan atau kampanye cegah stunting itu penting yang belum Maksimal, Kurangnya kesdaran ibu hamil atau menyusui dan memiliki anak Badut/ Balita untuk skrining secara rutin di posyandu, alat ukur (antrometri)yang belum standar dan cara menggunakannya yang belum di pahami oleh kader Posyandu, kurangnya pengetahuan cara mengelola makanan yang bergizi dan seimbang serta masyarakat tidak menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih.